Coba kita hitung. Langkah maju. Agak segan, dan tak bermakna.
Waktu berlalu, hingga senja berusaha menggapai riak angkasa.
Bukan kah memang itu yg kau mau?
Aku hanya katalis.. singgah sebentar, sementara.. hingga kau siap terbang
meninggalkanku,
meraih langkahmu
menggapai masa depanmu
dan aku kan sepi disini, sendiri
aku kan terbuang, tanpamu
sedang kau mungkin kan melangkah,, lalu terbuangkah?
aku tak ingin kau terbuang setelah melangkah..
aku tau langkahmu maju
tapi aku tau langkah maju-mu tertahan,,
ada tapak dibelakangmu
ada bayang gelap yg menutupi langkahmu..
dan aku tau itu..dari pancar matamu
yg tak siap melangkah, tp harus dan terus melangkah
masihkah kau berharap?
hanya memang aku tak siap..
lembah itu terlalu curam
begitu aku mengangkatmu, lembah itu akan menerkamku
aku kan masuk dan terperosok terlalu dalam
menghadapi makhluk gelap masa lalu yg tak satu pun ku kenal
aku hanya akan menatap dirimu
dan gamang,,,
siapakah dirimu?
dimanakah kau berdiri?
masihkah itu dirimu, yg pernah ada di sampingku..
atau aku kan semakin rapuh dan menyesali
saat ku tau sosok sejati wajah buram-mu
yg kembali dari apa yg pernah kau miliki
Sunday, 15 January 2012
Sunday, 31 July 2011
I've passed the exam!!!
Hufhh... akhirnya....
I've passed the exam!!! :)
Ga sia sia blog ini sedikit terbengkalai selama bulan July ini... *_*
Ga sia sia kemana mana tak bawa modul training (walo ga dibaca juga :p )
A very long long time exam, 4 jam!!!
Exam ini dilakukan secara oline via Prometric Internet Based Testing.
Score 88, angka cantik. Nilai yg cukup tinggi sebenarnya. Nilai yg diperoleh dengan sedikit keberuntungan. :)
Actually, this is my first official certification ... ^_^
Cogratzzz kype....!!!
PS: Marhaban ya Ramadhan....
I've passed the exam!!! :)
Ga sia sia blog ini sedikit terbengkalai selama bulan July ini... *_*
Ga sia sia kemana mana tak bawa modul training (walo ga dibaca juga :p )
A very long long time exam, 4 jam!!!
Exam ini dilakukan secara oline via Prometric Internet Based Testing.
Score 88, angka cantik. Nilai yg cukup tinggi sebenarnya. Nilai yg diperoleh dengan sedikit keberuntungan. :)Actually, this is my first official certification ... ^_^
Cogratzzz kype....!!!
PS: Marhaban ya Ramadhan....
Wednesday, 22 June 2011
...Pulau Tidung and Putri Duyung...
Akhirnya Pulau Tidung mulai berbenah euy...
http://travel.okezone.com/read/2011/06/21/407/470856/taman-cinta-bakal-hadir-di-pulau-tidung
Moga bisa bersih dari sampah secepatnya and layak lagi menjadi tempat wisata :)
Sementara menunggu Pulau Tidung berbenah.. jadi ga ni kita ke Putri duyung Ancol??
Yuuukk..!! hehehe :p
http://travel.okezone.com/read/2011/06/21/407/470856/taman-cinta-bakal-hadir-di-pulau-tidung
Moga bisa bersih dari sampah secepatnya and layak lagi menjadi tempat wisata :)
Sementara menunggu Pulau Tidung berbenah.. jadi ga ni kita ke Putri duyung Ancol??
Yuuukk..!! hehehe :p
Sunday, 12 June 2011
*Satu (cerita) Tuk Dikenang*
Bila masih ada derita diantara pilihan kata kata…
Dan terus sambung menyambung memutar makna
Hidup, jadi sebuah pilihan….
Antara, jadi sebuah pertanyaan…
Dan kita, jadi sebuah keputusan…
Ah bukan, keputus-asaan…
Dunia berputar bukan karena bundar…
Kaki melangkah bukan karena pasrah…
Mata menatap bukan meratap
Hati mencari dan mendapat
Dari apa yg disebut harap..
Karena titik akhir takkan berhenti menanti
Karena pemberhentian terakhir takkan mudah dimengerti
Ini, jadi perjalanan panjang tak pasti
Hadapi! Tak terabaikan bukan tuk dihindari
Bukan kemenangan yg dicari
Bukan happy ending yg di tuju
Hanya tentang bagaimana
Bagaimana ada tanpa cara
Bagaimana jadi tanpa rupa
Karena dia,satu (cerita) tuk dikenang ..
Dan terus sambung menyambung memutar makna
Hidup, jadi sebuah pilihan….
Antara, jadi sebuah pertanyaan…
Dan kita, jadi sebuah keputusan…
Ah bukan, keputus-asaan…
Dunia berputar bukan karena bundar…
Kaki melangkah bukan karena pasrah…
Mata menatap bukan meratap
Hati mencari dan mendapat
Dari apa yg disebut harap..
Karena pemberhentian terakhir takkan mudah dimengerti
Ini, jadi perjalanan panjang tak pasti
Hadapi! Tak terabaikan bukan tuk dihindari
Bukan happy ending yg di tuju
Hanya tentang bagaimana
Bagaimana jadi tanpa rupa
Friday, 10 June 2011
Mimpi tentang seorang Dewi... (part 4)
"Msh lama sampai Bandung?"
Pertanyaan-nya memecah kesunyian. Sesaat memang hening tadi, tanpa pembicaraan, hanya terdengar lagu lembut Dido yg mengiringi. Mgkn karena aku terlalu konsentrasi menyetir dengan kecepatan cukup tinggi, hingga kami diam sejenak. Berhati hati dan mencegah sesuatu hal buruk terjadi selama dalam perjalanan.
Ternyata Bandung!
Aku baru menyadari tujuan kami. Padahal baru bulan Maret lalu aku ke Bandung, menghadiri wisuda salah seorang saudara sepupuku. Mungkin karena terlalu singkat, hanya sehari, pergi pagi dan pulang malam, akibatnya memori tentang Bandung masih membekas di alam bawah sadarku, dan hasilnya.. hari ini Bandung kembali terbawa dalam mimpi.
Aku menatap selintas jalanan untuk memastikan apakah kami benar benar sedang menuju Bandung. Ada sebuah papan petunjuk arah. Tertulis, Bandung 60 km.
Aku memberitahu dan menengadahkan pandangan ke arah papan petunjuk tersebut, agar dia mengetahui. Aku kira dia bisa mengkonversi jarak menjadi waktu berdasarkan kecepatan, untuk menjawab sendiri pertanyaannya.
"Coba lihat deh,,jarak ke Bandung tinggal 60 km lagi. Dengan kecepatan kita sekitar 90 km/jam, berarti bisa di hitung kan berapa lama lagi kita akan sampai Bandung?"tanyaku kepadanya.
Dia kaget dan bingung. "Duh.. jgn disuruh hitung-hitungan donk. Otak gw ga nyampe klo masalah hitung-hitungan kaya' begini", jawabnya, dengan muka kesal dan memanjakan diri, minta dimaklumi.
Aku tak memberi jawaban apapun, lucu aja dan hanya tersenyum menahan tawa, kemudian memperlihatkan mimik menertawakan kepadanya.
Dia merasa begitu kalut, terjebak oleh pertanyaannya sendiri dan seolah sedang terpojok, terkuak kelemahannya. Akibatnya, dia tidak mau menyerah. Sepertinya dia tidak ingin terlihat lemah di hadapanku. Dia tetap berusaha menghitung dan menjawab. "40 menit lagi ya?"jawabnya.
Entah dapat angka darimana dia menjawab. Aku rasa angka dlm perhitungan sudah cukup bulat. Kelipatan tiga semua, baik itu jarak, kecepatan dan waktu dalam menit. Tidak terlalu sulit harusnya untuk menjawab. Apa benar dia seorang dewi? Karena dewi dalam bayanganku, tak seharusnya selemah ini.
"25 menit lagi ya?" dia terus gigih menjawab, dan mungkin dari tadi dikepala-nya berputar angka angka.
Aku malas untuk mengiyakan ataupun memberi jawaban. "Ya, sekitar itulah", jawabku, agar dia berhenti menghitung dan memuaskan dirinya. Tp dia msh terus menghitung.
"20 menit lagi!" jawabnya dengan percaya diri.
Ada kegigihan, ada keuletan, dan ada usaha. Aku menghargainya, setidaknya di akhir jawaban, entah apakah benar berdasarkan perhitungan atau hanya tebakan, dia berhasil menjawab dengan tepat.
Walaupun begitu, dia tak lagi terlihat sebagai dewi yg serba sempurna. Aku mulai mencoba memandangnya sebagai manusia biasa, yang wajar bila tak sempurna...
Pertanyaan-nya memecah kesunyian. Sesaat memang hening tadi, tanpa pembicaraan, hanya terdengar lagu lembut Dido yg mengiringi. Mgkn karena aku terlalu konsentrasi menyetir dengan kecepatan cukup tinggi, hingga kami diam sejenak. Berhati hati dan mencegah sesuatu hal buruk terjadi selama dalam perjalanan.
Ternyata Bandung!
Aku baru menyadari tujuan kami. Padahal baru bulan Maret lalu aku ke Bandung, menghadiri wisuda salah seorang saudara sepupuku. Mungkin karena terlalu singkat, hanya sehari, pergi pagi dan pulang malam, akibatnya memori tentang Bandung masih membekas di alam bawah sadarku, dan hasilnya.. hari ini Bandung kembali terbawa dalam mimpi.
Aku menatap selintas jalanan untuk memastikan apakah kami benar benar sedang menuju Bandung. Ada sebuah papan petunjuk arah. Tertulis, Bandung 60 km.
Aku memberitahu dan menengadahkan pandangan ke arah papan petunjuk tersebut, agar dia mengetahui. Aku kira dia bisa mengkonversi jarak menjadi waktu berdasarkan kecepatan, untuk menjawab sendiri pertanyaannya.
"Coba lihat deh,,jarak ke Bandung tinggal 60 km lagi. Dengan kecepatan kita sekitar 90 km/jam, berarti bisa di hitung kan berapa lama lagi kita akan sampai Bandung?"tanyaku kepadanya.
Dia kaget dan bingung. "Duh.. jgn disuruh hitung-hitungan donk. Otak gw ga nyampe klo masalah hitung-hitungan kaya' begini", jawabnya, dengan muka kesal dan memanjakan diri, minta dimaklumi.
Aku tak memberi jawaban apapun, lucu aja dan hanya tersenyum menahan tawa, kemudian memperlihatkan mimik menertawakan kepadanya.
Dia merasa begitu kalut, terjebak oleh pertanyaannya sendiri dan seolah sedang terpojok, terkuak kelemahannya. Akibatnya, dia tidak mau menyerah. Sepertinya dia tidak ingin terlihat lemah di hadapanku. Dia tetap berusaha menghitung dan menjawab. "40 menit lagi ya?"jawabnya.
Entah dapat angka darimana dia menjawab. Aku rasa angka dlm perhitungan sudah cukup bulat. Kelipatan tiga semua, baik itu jarak, kecepatan dan waktu dalam menit. Tidak terlalu sulit harusnya untuk menjawab. Apa benar dia seorang dewi? Karena dewi dalam bayanganku, tak seharusnya selemah ini.
"25 menit lagi ya?" dia terus gigih menjawab, dan mungkin dari tadi dikepala-nya berputar angka angka.
Aku malas untuk mengiyakan ataupun memberi jawaban. "Ya, sekitar itulah", jawabku, agar dia berhenti menghitung dan memuaskan dirinya. Tp dia msh terus menghitung.
"20 menit lagi!" jawabnya dengan percaya diri.
Ada kegigihan, ada keuletan, dan ada usaha. Aku menghargainya, setidaknya di akhir jawaban, entah apakah benar berdasarkan perhitungan atau hanya tebakan, dia berhasil menjawab dengan tepat.
Walaupun begitu, dia tak lagi terlihat sebagai dewi yg serba sempurna. Aku mulai mencoba memandangnya sebagai manusia biasa, yang wajar bila tak sempurna...
Subscribe to:
Comments (Atom)
welcome to putri duyung Ancol